Tampilkan postingan dengan label Printer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Printer. Tampilkan semua postingan





Reset printer diperlukan saat printer menunjukkan indikasi tertentu melalui :
- Binking lampu indikator
- Kode error display
- Memalui pesan error pada layar monitor

Printer dirancang bisa memperkirakan kapan sistem pembuangan printer sudah penuh. Disini tentu printer hanya bisa memperkirakan saja, tidak bisa benar-benar mengetahui bahwa sistem pembungan telah penuh. Printer menghitung dari banyaknya lembar yang sudah diprint atau berapa kali printer sudah melakukan proses cleaning. Jadi tidak ada yang bisa menghitung secara tepat berapa lembar printer sudah mencetak ketika sistem pembungan telah penuh.
Saat indikasi printer pembuangan telah penuh, printer menunjukkan dengan menampilkan kode-kode tertentu. Beda merk dan tipe printer biasanya menunjukkan kode yang berbeda juga. Dan printer berhenti bekerja alias tidak bisa dioperasikan sebelum direset.
Saat printer mengindikasikan sistem pembungan penuh sebenarnya seharusnya harus dibersihkan spon pembungan di dalam printer, agar tinta tidak meluber kemana-mana merusak part elektronik printer yang akan menyebabkan konsleting dll. Namun kebanyakan printer saat ini telah dimodifikasi selang pembungan dipindahkan diluar, jadi tidak perlu repot-repot ketika tinta pada pemampungan pembungan telah penuh. Untuk lebih jelas bisa lihat klik DISINI.

Cara Reset Printer

Disini saya hanya share berbagi dari pengalaman, analisa simple pake logika saja, berbagi sharing dari yang lain. Kalau ada pertanyaan, seberapa pentingkah saluaran tinta pembuangan untuk printer yang diinfus? jawabannya tergantung penggunaan, merk, tipe printer. Jadi penting atau tidak? setiap masing-masing berhak boleh menyimpulkan sesuai dengan pendapat pengetahuan otak masing-masing. Jika belum punya pengetahuan yang cukup, hati-hati sebelum menyimpulkan sesuatu, bisa-bisa analisa kesimpulan tidak tepat. Mencoba menulis apa yang tau, silahkan disimpulkan sendiri, resiko akibat silahkan ditanggung masing-masing, maaf tidak ada garansi. Jika yang lain pembaca ingin share juga, silahkan bagi di kolom komentar.
Sebenarnya boleh tidak sih tanpa menggunakan saluran pembuangan? padahal ketika beli printer baru dari sananya kan tidak ada botol dengan saluran pembuangan tambahan? Sebenarnya sih boleh-boleh saja tanpa menggunakan botol dengan saluran pembuangan tambahan, namun dengan catatan ketika spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh, printer harus dibongkar dan spon pembuangan harus dibersihkan.

Terus dari mana bisa tau kalau spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh? Sebenarnya setiap printer sudah dirancang dapat memperkirakan ketika spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh, printer menghitung setiap lembar halaman yang sudah dicetak. tentu saja disini printer hanya memperkirakan, dan printer memberi peringatan ketika diindikasikan spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh, biasanya melalui kode blinking atau tampilan di layar monitor



Tentu saja ribet kan... jika mesti sering-sering bongkar membersihkan spon penampungan pembuangan tinta yang telah full/penuh. Makanya muncul ide kreatif dibuat botol dengan saluran pembuangan tambahan.
Terus kenapa produsen printer tidak membuat botol dengan saluran pembuangan tambahan? yah... mungkin karena alasan penampilan, jadi kurang sedap dipandang kalau ditambahkan botol dengan saluran pembuangan tambahan. Atau emang sengaja produsen membuat spon pembuangan didalam...? biar printer nya cepet rusak kalau banjir tinta karena sudah full/penuh...? heee... klo cepet rusak kan yang untung produsen juga... printernya laris... heee...

Pentingnya Pembuangan Saluran Infus